KISAH CINTA PART 2

Walaupun sekarang aku sudah berada satu ruangan dengan makhluk manis tersebut aku tetap diam terpaku dan bingung harus bagaimana. Mulutku terasa digembok dan dirantai. Tapi tak lama kemudian gadis pujaanku membuka matanya dan menatap kearahku.  “Sakit apa pian ?”,  suara pelannya sebagai kalimat pembuka yang keluar dari bibirnya yang manis dan tipis. “gara-gara kada sarapan, siup ae jadinya, ikm pang sakit apa ding” ?.   

ucapku balik bertanya dan aku pun merasa senang akhirnya aku bisa ngobrol lepas dengan gadis pujaanku tersebut.  Rupanya gadis pujaanku sudah sakit beberapa hari ini, hanya saja dia tetap memaksakan dirinya untuk tetap turun kesekolah. Aku mencoba menatap bola matanya yang bening sebening air PDAM, dan putih kulitnya tapi tidak seputih kertas HVS.  Aku tatap wajahnya dalam-dalam sambil menarik nafas dan mengeluarkannya secara perlahan. Kecantikan gadis ini mendekati level sempurna, 3x kedipan mata saja aku merasa rugi untuk melewatkan pandanganku terhadap wajahnya. Lama-kelamaan aku jadi merasa terbiasa pada dirinya. Aku pun ceplas-ceplos berbicara pada dirinya, dia hanya bisa tertawa sambil menahan kepala sakit. Hm……awal pertemuan yang tidak terduga.

            Hari-hari berikutnya aku terus melakukan pendekatan pada dirinya. Setiap jam istirahat aku selalu menemui dirinya di kantin.  Tapi pada ketika itu aku kecewa, karena ada seorang cowok tampan bersama dirinya. Dia kelihatan akrab sekali, bahkan si cowok tersebut sempat merangkul pundak gadis pujaanku.  Bukan main panasnya hatiku ini, seluruh tubuhku terasa terbakar melihat pemandangan seperti itu. Ingin rasanya aku melayangkan bogem mentah ke arah wajah sainganku itu. Tapi apa daya aku tidak berani karena badannya lebih besar daripada aku. Jadi terpaksa aku harus bersabar. Hari-hari selanjutnya sepertinya bakalan menjadi lebih runyam, cowok sainganku semakin sukses saja mendekati gadis pujaanku tersebut. Bahkan aku lihat hampir setiap istirahat dia selalu berduaan dikantin. Aku mulai merasa akan kalah sebelum berperang, tapi aku tidak boleh kalah, karena ada kata pepatah “Tak ada rotan akar pun jadi”  artinya kalau tidak punya apa-apa modal nekat pun jadi. Yupz…..dengan modal nekat malam minggu ini aku akan mendatangi gadis pujaanku ke rumahnya dan ingin menyatakan perasaanku kepada dirinya.
            Sabtu sore aku menyiapkan segala sesuatu untuk malam mingguku ini. Malam ini aku akan datang ke rumah gadis pujaanku, aku buka lemari dan mencari baju yang       kira-kira pantas untuk bertamu. Setelah melihat kedalam lemari akhirnya aku baru sadar bahwa tidak ada satu lembar pun baju yang benar-benar bagus untuk kupakai bertamu dan ini benar-benar sangat memprihatinkan. Tapi aku tidak pernah mau berputus asa, akhirnya aku pun meminjam baju keren dan juga celana keren dari temanku yang memang penampilan sehari-harinya tergolong keren. Aku coba sebentar baju dan celana pinjaman tersebut sambil bercermin. Hm…ternyata aku jadi keren setelah memakai barang pinjaman tersebut, hanya saja celananya teramat panjang sehingga serba salah. kalau dibiarkan panjang celana temanku akan jadi kain pel, kalau digulung jadi seperti orang kebanjiran, kalau digunting pasti aku akan dicaci maki oleh temanku, yazh…..pilihan terbaik ujung celana tersebut harus aku gulung.
Tak terasa sudah jam 7.00, sambil bercermin aku membetulkan sisiran rambutku yang terlihat teramat licin untuk dihinggapi seekor nyamuk, sekarang aku terlihat benar-benar keren dan akupun siap-siap berangkat. Tapi sebelum berangkat aku memanjatkan do’a semoga pada saat menyatakan perasaanku nanti gadis pujaanku mau menerimaku untuk menjadi bagian yang teristimewa di dalam hatinya.  Sayang sekali kiriman uang kost belum datang jadi untuk ketempat gadis pujaanku aku terpaksa jalan kaki. Kupakai sepatu bututku yang biasa aku pakai juga untuk ke sekolah. Rumah gadis pujaanku lumayan jauh, perlu waktu 1 jam 15 menit apabila berjalan kaki menuju kesana. Tapi demi perasaan cinta apapun rela aku lakukan. Perlahan tapi pasti aku terus melangkahkan kakiku. Kadang ada rasa iri dihati ketika melihat seorang pemuda dipeluk erat-erat oleh pacarnya diatas sepeda motor tapi mau bagaimana lagi aku harus belajar untuk tetap bersyukur terhadap apa yang telah Allah berikan kepadaku.  Tobe Continued

1 komentar:

Anonim mengatakan...

asefsaf f

Posting Komentar